KUMPULAN TULISAN 25

Inspirasi, Kajian, dan Literasi Masa Kini

Khutbah Jum'at : Memohon hanya kepada Allah

yoyok dwi saputro

KUMPULAN TULISAN 25

June 07, 2019 Update : April 19, 2026
Khutbah Jum'at : Memohon hanya kepada Allah

KHUTBAH PERTAMA

[Pembukaan]

الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي جَعَلَ الدُّعَاءَ عِبَادَةً، وَجَعَلَ التَّوَكُّلَ عَلَيْهِ كِفَايَةً أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمَلِكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ

[Wasiat Takwa]

فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ

[Isi Materi]

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Salah satu penyebab utama rusaknya kesehatan mental manusia adalah rasa "tidak berdaya" saat menghadapi tekanan hidup. Ketika masalah datang bertubi-tubi—baik itu masalah ekonomi, keluarga, maupun kegagalan—jiwa manusia seringkali merasa sendiri dan tak punya sandaran. Di saat itulah, mental manusia berada di titik paling rapuh.

Namun, Islam hadir dengan konsep yang sangat kuat: Memohon hanya kepada Allah. Judul khutbah kita hari ini adalah pengingat bahwa ketenangan jiwa bermula dari kepada siapa kita menggantungkan harapan.

1. Memohon kepada Allah adalah Kebutuhan Jiwa

Allah SWT adalah Ash-Shamad, tempat bergantung segala sesuatu. Ketika kita memohon hanya kepada-Nya, kita sedang menyambungkan jiwa kita yang lemah dengan sumber kekuatan yang tidak terbatas. Allah SWT berfirman:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ

"Dan Tuhanmu berfirman: 'Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu'..." (QS. Ghafir: 60)

Penjelasan: Secara psikologis, doa adalah bentuk pelepas beban (catharsis). Dengan mengadu kepada Allah, seseorang mengeluarkan semua "sampah" emosionalnya. Saat kita yakin bahwa permohonan kita didengar oleh Dzat Yang Maha Kuasa, tingkat kecemasan (anxiety) kita akan menurun secara signifikan.

2. Tauhid Menghapus Rasa Takut kepada Makhluk

Kesehatan mental sering terganggu karena kita terlalu takut pada penilaian manusia atau takut akan masa depan yang diatur manusia. Islam mengajarkan kita melalui wasiat Nabi SAW kepada Ibnu Abbas RA:

إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللَّهَ، وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ

"Jika engkau meminta, mintalah kepada Allah. Jika engkau memohon pertolongan, mohonlah pertolongan kepada Allah." (HR. Tirmidzi)

Penjelasan: Orang yang mentalnya sehat adalah mereka yang "merdeka" dari ketergantungan kepada makhluk. Dengan memohon hanya kepada Allah, kita sadar bahwa tidak ada satu pun makhluk yang bisa memberi manfaat atau mudarat tanpa izin-Nya. Ketauhidan inilah yang membuat jiwa seorang mukmin menjadi tangguh dan tidak mudah goyah.

3. Doa sebagai Terapi Kesabaran

Memohon hanya kepada Allah mendidik kita untuk memiliki harapan (hope). Dalam ilmu kesehatan mental, kehilangan harapan adalah pintu utama menuju depresi. Dengan berdoa, kita menjaga nyala api harapan di dalam hati kita.

[Penutup Khutbah Pertama]

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ

KHUTBAH KEDUA

[Pembukaan]

الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللّٰه اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ

[Kesimpulan]

Jamaah yang dimuliakan Allah, Memohon hanya kepada Allah bukan berarti kita tidak boleh mencari bantuan manusia. Namun, hati kita harus tetap terpaut bahwa manusia hanyalah perantara, dan Allah-lah Sang Penyembuh.

Jangan biarkan kesehatan mentalmu hancur karena berharap terlalu banyak pada manusia. Jika engkau merasa lelah, jika engkau merasa sesak, kembalilah ke sajadahmu. Angkatlah tanganmu. Mintalah ketenangan, mintalah kekuatan, dan mintalah kesembuhan hanya kepada-Nya. Allah tidak akan membiarkan tangan yang menengadah kepada-Nya kembali dalam keadaan hampa.

[Doa]

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَللّٰهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ نَفْسًا بِكَ مُطْمَئِنَّةً، تُؤْمِنُ بِلِقَائِكَ، وَتَرْضَى بِقَضَائِكَ

(Ya Allah, kami memohon kepada-Mu jiwa yang tenang, yang yakin akan bertemu dengan-Mu, dan ridha atas takdir-Mu.)

اَللّٰهُمَّ اصْرِفْ عَنَّا الْهَمَّ وَالْحَزَنَ وَالْقَلَقَ

(Ya Allah, jauhkanlah dari kami kegundahan, kesedihan, dan kecemasan.)

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

[Iqamat]

عِبَادَ اللهِ، أَقِيْمُوا الصَّلَاةَ

0 Komentar

Aturan Berkomentar:

  • Gunakan bahasa yang sopan dan santun ya.
  • Tanya atau komentar yang nyambung dengan materi.
  • Jangan titip link iklan atau jualan.
  • Hargai teman dan jangan saling mengejek.
  • Admin akan cek komentarmu sebelum ditampilkan agar diskusi kita tetap seru!

Post a Comment