KUMPULAN TULISAN 25

Inspirasi, Kajian, dan Literasi Masa Kini

Dongeng Fabel : Jangan punya sifat serakah

yoyok dwi saputro

KUMPULAN TULISAN 25

April 15, 2019 Update : May 07, 2026
Cerpen fabel kera yang kepedesan karena keserakahannya
Dengarkanlah nasihat baik dari teman, karena orang luar seringkali bisa melihat bahaya yang tidak kita sadari saat kita sedang terbuai keinginan.

Dalam aspek kesehatan mental, kisah ini berkaitan erat dengan Impulse Control (Pengendalian Impluls). Sifat Kera yang tergesa-gesa menunjukkan kegagalan dalam mengelola dorongan instan (instant gratification). Melatih ketelitian dan kesabaran adalah bagian dari menjaga kesehatan mental agar kita tidak terus-menerus terjebak dalam penyesalan akibat keputusan yang diambil saat emosi (dalam hal ini, rasa lapar dan ketamakan) sedang memuncak.

Jangan Serakah (Pelajaran tentang Ketelitian dan Pengendalian Diri)

DONGENG FABEL | JANGAN SERAKAH - Pada suatu hari, Sang Kancil sedang berjalan-jalan di kebun buah-buahan dan sayur-sayuran miliknya bersama rekannya, Sang Kura-kura. Sedang asyik menikmati buah-buahan di situ, tiba-tiba datangSang Kera yang kelihatannya amat kelaparan.

“Tolong, tolonglah aku, aku amat lapar. Sudah beberapa hari aku tak makan,” kata Sang Kera dengan sedih.

“Bolehkah kalian memberi aku sedikit buah-buahan dari kebun untuk aku makan?” pinta Sang Kera tadi.

Sang Kancil dan Sang Kura-kura merasa amat sedih dan kasihan melihat keadaan Sang Kera yang lemas memelas seperti itu.

“Baiklah hai Kera, ambillah apa saja yang kau mau,” kata Sang Kancil.

“Terima kasih Kancil, terima kasih Kura-kura,” jawab Sang Kera gembira.

Melihat pohon buah-buahan yang merimbun di hadapannya, mulailah Sang Kera timbul sifat tamaknya. Saat melewati pohon rambutan yang ranum dengan warna merah menyala, teriaklah si Kera,

“Aku mau itu, aku mau itu!” teriak Sang Kera.

“Jangan Kera, nanti kau yang menanggung pedihnya,” cegah Sang Kura-kura.

“Betul Kera, pilihlah buah yang lain,”jawab Sang Kancil.

“Ah, aku tak peduli.Aku mau buah itu,” kata Sang Kera bersikukuh.

Dengan tidak mempedulikan ucapan Sang Kancil dan Sang Kura-kura, Sang Kera terus melompat ke arah pohon rambutan itu. Dia memetik rambutan yang merah menyala itu dan terus memakannya dengan tergesa-gesa.

Tiba-tiba Sang Kera menjerit,

“Pedas!!!, Pedas!!!, air, air, mana air. Pedas!!!”

Dengan muka yang merah karena menahan pedas, Sang Kera berlari mencari air untuk menghilangkan rasa pedas di lidahnya itu, kemudian Sang Kancil dan Sang Kura-kura menggeleng-gelengkan kepala mereka.

“Sabarlah sedikit Kera yang rakus, janganlah kamu makan rambutan yang penuh semut itu. Pasti lidahmu habis digigit semut yang marah,” dan Sang Kancil pun tertawa terbahak-bahak.

“Maafkan aku kawan, aku pikir tidak ada semutnya,” ucap Kera, menyesali perbuatannya yang tergesa-gesa itu.

Nah adik-adik sebaiknya bila mengerjakan sesuatu jangan tergesa-gesa, tapi telitilah dahulu,ya .

Analisis Unsur Intrinsik Cerita

1. Judul Cerita
Jangan Serakah (Pelajaran tentang Ketelitian dan Pengendalian Diri)
2. Tema
Akibat Sifat Tamak dan Tergesa-gesa.
Alasan: Cerita ini menyoroti bagaimana sifat serakah dapat menutupi logika seseorang, sehingga ia mengabaikan nasihat orang lain dan akhirnya mencelakai diri sendiri karena tidak teliti.
3. Tokoh / Penokohan
  • Sang Kancil: Baik hati, suka menolong, dan bijaksana. Ia bersedia berbagi hasil kebunnya namun tetap memberikan peringatan yang logis.
  • Sang Kura-kura: Sabar, peduli, dan waspada. Ia berusaha mencegah sahabatnya dari bahaya.
  • Sang Kera: Awalnya nampak menyedihkan (lemas memelas), namun ternyata memiliki sifat tamak, keras kepala, dan tergesa-gesa. Ia baru menyadari kesalahannya setelah tertimpa musibah.
4. Latar (Setting)
  • Tempat: Kebun buah-buahan dan sayur-sayuran milik Kancil.
  • Waktu: Siang hari saat buah-buahan sedang ranum.
  • Suasana: Awalnya penuh rasa empati (kasihan), berubah menjadi tegang karena peringatan yang diabaikan, dan berakhir dengan suasana komikal sekaligus penuh penyesalan.
5. Alur (Plot)
Alur Maju.
Dimulai dari kedatangan Kera yang kelaparan meminta bantuan, kebaikan hati Kancil dan Kura-kura memberikan izin makan, munculnya sifat tamak Kera pada pohon rambutan, pengabaian nasihat teman, hingga puncaknya Kera kesakitan karena digigit semut dan akhirnya menyesali perbuatannya.
6. Sudut Pandang
Sudut Pandang Orang Ketiga Serba Tahu.
Pengarang menceritakan dinamika emosi antar tokoh, mulai dari rasa iba Kancil hingga rasa pedas dan penyesalan yang dialami Kera.
7. Amanat
  • Janganlah menjadi pribadi yang serakah atau tamak saat diberi kemudahan oleh orang lain. Ambilah secukupnya sesuai kebutuhan.
  • Dengarkanlah nasihat baik dari teman, karena orang luar seringkali bisa melihat bahaya yang tidak kita sadari saat kita sedang terbuai keinginan.
  • Segala sesuatu yang dilakukan dengan tergesa-gesa tanpa ketelitian akan berujung pada kerugian atau rasa sakit.
  • Berpikirlah sebelum bertindak; pastikan apa yang kita inginkan benar-benar aman dan bermanfaat bagi kita.
Anda telah menyelesaikan 16 dari 45 Dongeng Fabel Pilihan
32%

Baca Fabel lainnya ?

0 Komentar

Aturan Berkomentar:

  • Gunakan bahasa yang sopan dan santun ya.
  • Tanya atau komentar yang nyambung dengan materi.
  • Jangan titip link iklan atau jualan.
  • Hargai teman dan jangan saling mengejek.
  • Admin akan cek komentarmu sebelum ditampilkan agar diskusi kita tetap seru!

Post a Comment