Apa sih maksudnya "Siapa menanam akan mengetam" itu ?
Siapa menanam akan mengetam adalah sebuah prinsip universal yang mengingatkan kita bahwa setiap benih tindakan yang kita tabur pasti akan membuahkan hasil yang serupa di masa depan.
Dalam interaksi sosial, pepatah ini sering kali menjadi cerminan bagi mereka yang gemar mencari-cari aib orang lain ibarat lalat yang hanya tertarik hinggap pada luka. Bukannya membawa solusi, perilaku ini justru hanya menambah rasa sakit dan menebar energi negatif tanpa memberikan faedah atau manfaat nyata bagi lingkungan sekitarnya.
Mengapa mereka sibuk mencari-cari aib orang lain ?
Itu karena mereka merasa kebahagian itu ketika mereka merasa lebih unggul dari orang lain setelah mengetahui kekurangannya. Padahal justru sebaliknya mereka akan semakin terpuruk dan tidak akan menemukan arti dari kebahagiaan itu.
Kebahagiaanku dan kebahagiaanmu itu terletak dalam bagaimana membahagiakan orang lain, bagaimana menciptakan kegembiraan pada diri mereka, dan bagaimana menempatkan potensi, kemauan dan kebaikan mereka.
Hukum Akibat dan Sebab
Semakin kita menghormati, memperhatikan dan mengakui kebaikan orang lain, maka akan semakin besar pula penghormatan, perhatian dan pengakuan mereka terhadap diri kita. Sebaliknya, semakin kita tak acuh dan berpaling dari mereka maka semakin pula mereka tak acuh dan berpaling dari kita. Persis seperti cermin, apa yang kita perhatikan di cermin itulah diri kita. Jika kita melihat kebaikan maka itulah kebaikan kita dan begitu pula sebaliknya.
Apa tingkatan derajatmu ?
Apakah bisa dikatakan orang cerdas, orang yang ingin dihormati orang lain sementara dia sendiri menginginkan orang lain terpuruk ? Tentu saja sangat tidak adil. Coba lihat di cermin kemudian caci-makilah apa yang kamu lihat di cermin, kira-kira yang kamu caci maki itu orang lain atau diri kamu sendiri?
Tentukan pilihanmu
Dari uraian diatas kalian pasti paham tanaman mana yang akan kalian tanam. Apakah tanaman kebaikan atau tanaman keburukan? Dan sesuai konsekuensinya panen raya yang akan kalian lakukanpun sesuai dengan yang kalian tanam. Jangan menanam keburukan, karena suatu saat nanti kamu akan memanen keburukan. Tapi berbuatlah sebaliknya tanamlah kebaikan sehingga kelak kamu akan memanen hasil yang sangat memuaskan. Jadi ingat
"SIAPA MENANAM, AKAN MENGETAM."
Tapi ...., berbuat seperti itu kan tidak mudah. betul, oleh karena itu yang dapat melakukannya pahala besar sudah menantinya.
0 Komentar
Aturan Berkomentar:
Post a Comment