Saturday, November 2, 2019

Tips Hidup Bahagia : Isi waktu luang dengan berbuat

Dengar, teman-teman. Bahagia itu sederhana, tapi banyak yang salah jalan. Bahagia bukan berarti diam tanpa beban. Justru, musuh terbesar ketenanganmu adalah kekosongan.

Pernah lihat orang yang kerjanya cuma menyebar gosip atau isu negatif? Itu bukan karena mereka jahat, tapi karena akal mereka sedang melayang tanpa arah. Saat tanganmu diam, pikiranmu akan menjadi "pabrik" bagi hal-hal yang tidak berguna. Al-Qur’an sudah memperingatkan kita tentang mereka yang tertinggal: "Mereka rela bersama orang-orang yang tidak ikut berjuang." Jangan sampai itu adalah kita.

Audio Motivasi: Bunuh Kekosonganmu, Sebelum Ia Membunuh Mentalmu

Logika Pikiran yang Liar

Akal kita ini ibarat mesin yang luar biasa kuat. Tapi, bayangkan kalau mesin itu melaju kencang tanpa sopir. Apa yang terjadi? Ia akan oleng ke kiri dan ke kanan, menabrak apa saja, dan akhirnya... hancur. Itulah gambaran pikiranmu saat kamu tidak melakukan apa-apa.

Kenapa ini terjadi? Karena secara alami, otak kita didesain untuk memecahkan masalah. Jika kamu tidak memberinya masalah untuk dipecahkan—seperti pekerjaan, hobi, atau target hidup—maka otakmu akan menciptakan masalahnya sendiri Ia akan menggali luka lama yang seharusnya sudah sembuh, membesarkan kesalahan kecil yang seharusnya sudah dilupakan, dan menciptakan skenario buruk tentang masa depan yang belum tentu terjadi.

Perangkap Kenyamanan

Kalau hari ini kamu membiarkan dirimu menganggur, bersiaplah. Rasa sedih, cemas, dan gundah akan datang tanpa diundang. Kekosongan itu bukan istirahat, tapi sebuah jebakan. Dalam ruang kosong itu, kamu akan mulai "berwisata" ke tempat-tempat yang salah.

Kamu akan mulai menyesali kesialan masa kini, membandingkan hidupmu dengan layar ponsel milik orang lain, dan akhirnya merasa tidak berharga. Itu semua terjadi hanya karena satu hal: Kamu tidak memberinya arah. Pikiran yang tidak terkendali adalah senjata yang berbalik arah menusuk pemiliknya. Membiarkan diri dalam kekosongan itu sama saja dengan melakukan penghancuran diri secara perlahan.

Analogi Siksaan Penantian

Ingat cerita tentang metode siksaan kuno yang hanya menggunakan tetesan air? Satu tetes tiap menit di atas dahi. Kedengarannya sepele, tapi dalam penantian panjang di antara tetesan itulah, seorang manusia bisa kehilangan akal sehatnya.

Begitulah waktu kosong. Ia adalah pencuri yang culas. Ia tidak datang dengan ledakan, tapi ia menyusup lewat detik-detik yang kamu buang sia-sia. Ia menerkam akalmu, mencabiknya dengan keraguan, sampai kamu merasa lumpuh di atas tempat tidurmu sendiri. Berhenti dari kesibukan bukan berarti kamu santai, itu berarti kamu sedang memberikan ruang bagi "monster" di dalam kepalamu untuk tumbuh besar.

Maka, saya minta satu hal pada Anda: Bangkit sekarang juga. Jangan menunggu motivasi datang, karena motivasi adalah tamu yang sering datang terlambat. Gerakanlah yang memanggil motivasi, bukan sebaliknya.

Ambil "pisau" kesibukanmu sekarang. Jangan biarkan ada celah sedetik pun bagi pikiranmu untuk mulai meragukan dirimu sendiri. Bunuh setiap waktu kosong itu sebelum ia berubah menjadi racun.

Apa yang harus kamu lakukan? Sederhana, tapi lakukan dengan penuh kesadaran:

Tips Hidup Bahagia : Isi waktu luang dengan berbuat
  • Jika batinmu gaduh: Ambil wudhu, sujudlah dalam shalat, atau biarkan lidahmu basah dengan zikir. Kembalikan kendali hatimu pada Pemiliknya.
  • Jika otakmu tumpul: Buka buku, ambil pena, tuliskan apa pun, atau kaji sesuatu yang baru. Jangan biarkan akalmu menjadi lahan kosong yang ditumbuhi semak berduri.
  • Jika energimu tersumbat: Berdiri. Bereskan meja kerjamu, rapikan tempat tidurmu, atau bersihkan sudut rumahmu yang paling kotor.

Dengar... menyapu lantai atau merapikan meja bukan sekadar tentang kebersihan. Itu adalah pernyataan perangmu terhadap kekacauan di dalam kepala. Itu adalah cara Anda berkata pada diri sendiri: "Aku adalah sopir dari hidupku, dan aku tahu ke mana mobil ini akan melaju."

Dokter-dokter terbaik dunia pun berani menjamin: Saat Anda menyibukkan diri dengan hal yang bermanfaat, Anda sudah menggenggam 50% kunci kebahagiaan. Jangan jadi tawanan di penjara yang Anda buat sendiri. Jangan biarkan diri Anda menjadi mangsa empuk bagi si "pencuri" culas bernama waktu kosong.

Kesibukan adalah pelindungmu. Ia adalah benteng yang menjaga kewarasanmu. Maka, jangan berhenti. Sedikit pun. Lakukan sesuatu yang bermakna bagi dirimu, atau setidaknya, jadilah tangan yang meringankan beban orang lain.

Lihat mereka—para petani di sawah, nelayan di tengah ombak, atau kuli yang memeras keringat di bawah terik matahari. Mereka lelah secara fisik, tapi jiwa mereka seringkali lebih sehat dari kita. Mereka tertawa bersama alam. Mereka tidak perlu tidur di atas kasur empuk untuk merasa tenang, karena bagi mereka, lelah karena bekerja adalah bantal yang paling nyaman.

Sedangkan kita? Kita seringkali terjaga di atas ranjang mewah, tapi hati kita gelisah hanya karena pikiran yang tak terbendung.

Pilihannya ada di tanganmu: Terlarut dalam kekosongan yang membinasakan, atau bangkit dan menjadi berarti. Jangan berhenti sejenak pun dari melakukan sesuatu yang bermanfaat. Kerjakan sesuatu sekarang. Bunuh waktu kosongmu, sebelum ia membunuhmu.

Tips Bahagia berikutnya adalah

0 Comments:

Post a Comment