KUMPULAN TULISAN 25

Inspirasi, Kajian, dan Literasi Masa Kini

Tehnik Menyusun Kerangka 5W plus 1H dalam Membedah Peristiwa

yoyok dwi saputro

KUMPULAN TULISAN 25

October 02, 2026 • Update : October 02, 2026
Tehnik Menyusun Kerangka 5W plus 1H dalam Membedah Peristiwa

Menyusun Kerangka 5w plus 1H - Halo Jurnalis Cilik! Pada pertemuan sebelumnya, kita sudah belajar cara membedakan Fakta dan Opini, bukan? Nah, sekarang saatnya kita melangkah lebih jauh. Jika kita sudah tahu fakta apa yang ingin kita sampaikan, bagaimana cara mengemasnya agar menjadi cerita yang utuh dan jelas? Di situlah kita membutuhkan kompas jurnalis paling sakti: 5W plus 1H.

Bagaimana Menyusun Kerangka 5W plus 1H?

Bayangkan 5W plus 1H sebagai kerangka sebuah bangunan. Tanpa kerangka ini, tulisanmu akan rapuh dan membingungkan pembaca. Inilah kuncinya:

  1. WHAT (Apa): Peristiwa apa yang terjadi? (Contoh: "Pensi Sekolah 2024 Sukses Besar")
  2. WHO (Siapa): Siapa saja yang terlibat dalam peristiwa tersebut? (Contoh: "Panitia OSIS, pengisi acara, dan seluruh siswa Sekolah Cita Bangsa")
  3. WHERE (Di Mana): Di mana peristiwa itu berlangsung? (Contoh: "Di Aula Utama Sekolah Cita Bangsa")
  4. WHEN (Kapan): Kapan peristiwa itu terjadi? (Contoh: "Hari Sabtu, 21 Oktober 2024, pukul 10.00 - 15.00 WIB")
  5. WHY (Mengapa): Mengapa peristiwa itu terjadi? (Contoh: "Untuk merayakan ulang tahun sekolah dan menyalurkan bakat siswa")
  6. HOW (Bagaimana): Bagaimana peristiwa itu terjadi secara kronologis dan bagaimana suasananya? (Contoh: "Diawali dengan sambutan, dilanjutkan dengan penampilan band dan tari, dan diakhiri dengan pembagian hadiah. Suasananya meriah dan penuh semangat.")

Mengapa 5W plus 1H Sangat Penting?

  • Lengkap: Pembaca tidak perlu bertanya-tanya lagi tentang detail penting.
  • Jelas: Informasi menjadi terstruktur dan mudah diikuti.
  • Akurat: Membantu kita fokus pada fakta-fakta penting.

Tugas Kita: Membedah Informasi Peristiwa

Sekarang, bayangkan ada sebuah peristiwa di sekolah: "Penggalangan Dana untuk Panti Asuhan Kasih Bunda". Tugasmu adalah menggunakan 5W plus 1H untuk membedahnya. Isilah detail di bawah ini:

  1. WHAT: … (Peristiwa spesifik: penggalangan dana dalam bentuk bazar buku bekas)
  2. WHO: … (Panitia: Anggota Klub Literasi; Narasumber utama: Pak Budi selaku pembina panti asuhan)
  3. WHERE: … (Lokasi: Selasar gedung utama sekolah)
  4. WHEN: … (Waktu: Hari Jumat, 27 Oktober 2024, jam istirahat pertama)
  5. WHY: … (Tujuan: Membantu kebutuhan panti asuhan yang baru saja terkena musibah banjir)
  6. HOW: … (Kronologis: Pengumpulan buku bekas dari siswa, penjualan dengan harga murah, penyerahan hasil secara simbolis; Suasana: Ramai, banyak siswa berpartisipasi)

Identifikasi Lubang Data: Menjadi Detektif Informasi

Inilah bagian yang paling seru! Setelah kita membedah informasi, kita seringkali menemukan celah atau "lubang data". Lubang data adalah informasi penting yang hilang atau belum lengkap dari daftar 5W plus 1H kita. Contoh lubang data yang mungkin ditemukan dari contoh "Bazar Buku Bekas" di atas:

  1. LUBANG WHAT: "Buku bekas jenis apa saja yang paling banyak dijual?" (Informasi ini penting untuk menarik minat pembaca yang menyukai genre tertentu).
  2. LUBANG WHO: "Siapa siswa yang membeli buku paling banyak?" (Bisa menjadi narasumber menarik untuk diwawancarai).
  3. LUBANG WHERE: "Apakah ada dekorasi khusus di selasar?" (Menambah detail visual pada berita).
  4. LUBANG WHEN: "Berapa lama bazar ini berlangsung?" (Perlu waktu mulai dan selesai yang tepat).
  5. LUBANG WHY: "Siapa panitia yang punya ide ini pertama kali?" (Memberikan sudut pandang inspiratif).
  6. LUBANG HOW: "Bagaimana perasaan anak-anak panti asuhan saat menerima bantuan?" (Ini adalah lubang data terbesar! Kita harus mewawancarai Pak Budi atau anak-anak panti).

Bagaimana Cara Menemukan Lubang Data?

  1. Cek Kelengkapan: Lihat kembali 5W plus 1H yang sudah diisi. Adakah unsur yang masih kosong atau sangat singkat?
  2. Gunakan Logika: Pikirkan tentang peristiwa tersebut. Informasi apa lagi yang akan membuat cerita ini lebih menarik dan jelas bagi pembaca?
  3. Wawancara Tambahan: Jika ada lubang data, carilah narasumber baru atau tanyakan pertanyaan yang lebih mendalam kepada narasumber yang sudah ada. Jangan takut untuk terus bertanya!

Kesimpulan

Dengan 5W plus 1H, kita bisa membedah setiap peristiwa menjadi kepingan informasi yang jelas. Dan sebagai jurnalis yang cerdas, kita harus selalu waspada terhadap lubang data, karena di situlah seringkali terdapat cerita paling menarik dan berdampak yang belum terungkap.

Tugas Jurnalis: Temukan satu peristiwa yang baru terjadi di sekolah. Tuliskan 5W plus 1H-nya. Adakah lubang data yang bisa kamu temukan? Apa yang akan kamu lakukan untuk mengisinya?

Selamat menjadi detektif informasi, Jurnalis!

Anda telah menyelesaikan 3 dari 20 Panduan Jurnalistik Lengkap untuk Pemula
15%

0 Komentar

Aturan Berkomentar:

  • Gunakan bahasa yang sopan dan santun ya.
  • Tanya atau komentar yang nyambung dengan materi.
  • Jangan titip link iklan atau jualan.
  • Hargai teman dan jangan saling mengejek.
  • Admin akan cek komentarmu sebelum ditampilkan agar diskusi kita tetap seru!

Post a Comment