Gunakanlah kecerdasan untuk menyelesaikan masalah dan menghadapi kesulitan hidup.
Bismillahirrahmanirrahim. Assalamu'alaikum wr. wb.
Hallo...sahabat kumpulan tulisan 25 yang dirahmati Allah, pada cerpen kali ini kami persembahkan sebuah Dongeng Fabel. Dongeng kita kali ini tentang kawanan buaya yang tertipu oleh kancil yang cerdik dan banyak ide. Kalian juga dapat membaca DONGENG FABEL yang lainnya di sini. OK...seperti apakah cerita tentang SI KANCIL DAN SI BUAYA ini ? langsung kita simak saja ceritanya. Inilah cerita tentang
SI KANCIL DAN SI BUAYA
Pada zaman dahulu ada seekor binatang yang cerdik dan pintar yaitu bernama Kancil. Suatu hari kancil berjalan-jalan mengelilingi hutan,
"hari yang sangat indah, matahari bersinar terang tapi udaranya tidak begitu panas, oh....sungguh indahnya." kata kancil dalam hati.
"kruk...kruk" bunyi perut kancil tanda lapar. Karena kancil merasa lapar iapun ingin mencari makan. Kancil berlari menuju kesebuah ladang mentimun. Tampak mentimun yang menghijau dan siap di panen. "wah...mentimun-mentimun ini membuat perut jadi semakin lapar." Kancilpun segera mengambil mentimun dan memakannya.
Ketika sedang asyik menikmati mentimun buah kesukaannya, kancil mendengar suara harimau dari kejauhan. Harimau memperhatikan si kancil dari semak-semak, kancil masih saja asyik memakan buah-buahan, "oh....hewan mungil dengan daging yang sangat lezat." kata harimau.
Harimau mendekati kancil tanpa suara, dengan mengendap-endap harimau hendak menerkam si kancil. Ketika waktunya tepat harimau pun meloncat dan menerkam kancil, <b>"ngrau..."</b> kancil yang telah mengetahui harimau hendak menerkamnya langsung meloncat dan berlari sekencang-kencangnya, karena tubuh yang mungil dan lincah, kancil dapat menjauh dari harimau.
Akhirnya kancil bersembunyi di balik semak-semak, harimau terus mencarinya walaupun dia tidak lagi melihat si kancil. Setelah lelah mencari dan tidak menemukannya harimau pun pergi. Kancil selamat dari terkaman harimau. Setelah harimau pergi menjauh kancil pun keluar dari semak-semak.
Ketika berjalan kancil terhenti karena didepannya membentang sungai yang sangat lebar. Kancil ingin menyeberangi sungai itu. Tapi kancil bertanya-tanya dengan dirinya
“Aku ingin menyeberangi sungai ini, tapi aku tidak bisa berenang ?” Kancil punya ide yaitu memanggil Si buaya
“Buaya kamu dimana ?” dengan berteriak.
Buaya pun muncul dengan teman-temannya “Ada apa kancil ?”
Kancil berkata “Minggu depan, raja Sulaiman akan mengadakan pesta dan mengajak hewan-hewan di hutan”
Semua buaya-buaya itu senang karena berfikir ada makanan yang banyak dan memuaskan. Kancil menyuruh buaya-buaya untuk berbaris untuk dihitung.
Kancil berkata “Ayo kalian berbaris untuk dihitung !”
Buaya pun berbaris. Kancil pun mulai berjalan dan menghitung. Kancil menghitung
“1,2,3,4,5 dan 6” Kancil pun sampai ke seberang, kancil berkata lagi dengan tertawa
“Sebenarnya kalian telah ku bohongi, haahaahaa”. Buaya pun marah dan berkata dengan berteriak
“Awas... kamu kancil !” Kancil pun berlari dengan cepat. Agar tidak dikejar
TAMAT.....
Analisis Unsur Intrinsik Cerita
1. Judul Cerita
2. Tema
Kecerdikan dalam menghadapi bahaya dan rintangan.
Alasan: Cerita ini menonjolkan bagaimana Kancil menggunakan kecerdasan dan kelincahannya untuk menyelamatkan diri dari ancaman Harimau serta menggunakan tipu daya cerdik untuk menyeberangi sungai yang dijaga oleh Buaya.
3. Tokoh / Penokohan
Kancil: Sosok binatang yang cerdik, pintar, lincah, dan memiliki kemampuan berpikir cepat dalam situasi sulit.
Harimau: Pemangsa yang mengintai dan ingin memakan Kancil, namun kurang gesit dibandingkan targetnya.
Buaya: Binatang yang mudah percaya pada perkataan orang lain (mudah tertipu) dan memiliki sifat rakus akan makanan.
4. Latar (Setting)
Tempat: Hutan, ladang mentimun, semak-semak, dan sungai yang sangat lebar.
Waktu: Pada zaman dahulu dan siang hari yang cerah (matahari bersinar terang).
Suasana: Awalnya damai dan indah, kemudian berubah menjadi tegang saat Harimau mengintai, lalu penuh kecerdikan saat Kancil berhadapan dengan Buaya.
5. Alur (Plot)
6. Sudut Pandang
7. Amanat
-
Gunakanlah kecerdasan untuk menyelesaikan masalah dan menghadapi kesulitan hidup.
-
Jangan mudah percaya pada kabar atau janji manis yang belum tentu kebenarannya agar tidak tertipu.
-
Kekuatan fisik bukanlah segalanya jika tidak dibarengi dengan pikiran yang cerdik.
0 Komentar
Aturan Berkomentar:
Post a Comment