KUMPULAN TULISAN 25

Inspirasi, Kajian, dan Literasi Masa Kini

Dongeng Fabel : Monyet dan anging sepoi-sepoi

yoyok dwi saputro

KUMPULAN TULISAN 25

April 23, 2019 Update : May 03, 2026
Dongeng Fabel : Monyet dan anging sepoi-sepoi
Kesenangan dan kemudahan seringkali menjadi ujian yang lebih berat daripada penderitaan, karena di saat senang kita cenderung kehilangan kewaspadaan.

CERPEN FABEL | MONYET DAN ANGIN SEPOI-SEPOI - Seekor Kera sedang duduk di batang sebuah pohon.Tanpa sadar ia sedang diintip oleh Angin Topan, Tornado dan Puting Beliung. Tiga angin Itu rupanya sedang membicarakan siapa yang bisa paling cepat menjatuhkan Kera dari pohon.

Angin Topan berkata - dia cuma perlu waktu 45 detik. Angin Tornado dengan yakin mengatakan 30 detik dan si Puting Beliung dengan tersenyum mengatakan bahwa ia hanya perlu waktu 15 detik untuk membuat kera itu jatuh.

Akhirnya ketiga angin itu memulai aksinya, angin Topan memulai dan ia meniup sekencang-kencangnya, Wuuusss… Merasa ada angin kencang yang datang, si kera langsung memegang erat batang pohon. Beberapa menit ditunggu, ternyata si kera tak kunjung jatuh dan angin Topan pun nyerah.

Sekarang tiba giliran Angin Tornado. Wuuusss…Wuuusss…

Dia meniup sekencang-kencengnya. Tapi si kera tetap belum jatuh juga. Sama seperti angin Topan, angin Tornado pun menyerah. Terakhir, giliran si Angin Puting Beliung. Dia meniup lebih kencang lagi …..Wuuuss… Wuuuss… Wuuuss… Tetapi, alih-alih goyah, si kera malah semakin erat berpegang pada batang pohon.

Berkali-kali ia mencoba meniup lebih kencang lagi, tetapi tetap saja sikera itu tidak jatuh, daya tahannya ternyata luar biasa.

Tak lama kemudian datanglah angin Sepoi-Sepoi. Ia rupanya juga ingin ikut bertaruh menjatuhkan si kera tersebut, tetapi keinginan-nya ditertawakan oleh ketiga angin yang lain. Mereka mengejek dan mengatakan bahwa angin dengan kekuatan besar saja tidak berhasil menjatuhkan si kera dari pohon apalagi angin sepoi-sepoi yang tidak ada kekuatannya.

Si angin Sepoi-Sepoi tetap ingin ikut bertanding dan tanpa banyak bicara ia langsung meniup ubun-ubun si kera….pssss…..pssss. Si kera merasa nyaman, perlahan-lahan matanya mulai tertutup, akhirnya dia tertidur. Kejadian selanjutnya sudah dapat dibayangkan… karena dia tertidur, pegangannya pada batang pohon mulai melemah dan akhirnya jatuhlah ia dari pucuk pohon.

Kejadian diatas seringkali terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Banyak contoh yang dapat kita lihat dimana seseorang terjatuh bukan pada saat diuji dengan KESUSAHAN, PENDERITAAN,…atau pun dicoba dengan berbagai MALAPETAKA, tetapi justru dengan KESENANGAN lah yang membuat setiap kita mudah mejadiTERLENA!!!

Analisis Unsur Intrinsik Cerita

1. Judul Cerita
Monyet dan Angin Sepoi-Sepoi.
2. Tema
Kewaspadaan terhadap zona nyaman dan kesenangan yang melalaikan.
Alasan: Cerita ini menekankan bahwa tekanan besar (kesusahan) seringkali membuat kita lebih kuat bertahan, namun kenyamanan yang berlebihan (kesenangan) justru bisa membuat kita lengah dan terjatuh.
3. Tokoh / Penokohan
  • Kera: Sosok yang tangguh dan waspada saat menghadapi tekanan besar, namun memiliki titik lemah yaitu mudah terbuai oleh kenyamanan hingga kehilangan kesadaran diri.
  • Angin Topan, Tornado, dan Puting Beliung: Karakter yang sombong, mengandalkan kekuatan fisik/tekanan, dan suka meremehkan hal-hal kecil.
  • Angin Sepoi-Sepoi: Karakter yang tenang, rendah hati, cerdik, dan memahami bahwa pendekatan yang lembut terkadang lebih efektif daripada paksaan.
4. Latar (Setting)
  • Tempat: Di batang sebuah pohon.
  • Waktu: Tidak ditentukan secara spesifik (pada suatu waktu).
  • Suasana: Awalnya tegang dan penuh tekanan (saat angin besar bertiup), kemudian berubah menjadi tenang, nyaman, namun berakhir dengan kelalaian (saat angin sepoi-sepoi datang).
5. Alur (Plot)
Alur Maju.
Cerita dimulai dari tantangan ketiga angin besar untuk menjatuhkan kera, kegagalan mereka karena tekanan justru membuat kera bertahan erat, hingga masuknya angin sepoi-sepoi yang berhasil menjatuhkan kera melalui rasa nyaman.
6. Sudut Pandang
Sudut Pandang Orang Ketiga Serba Tahu.
Pengarang mengetahui isi pembicaraan para angin, durasi waktu yang mereka targetkan, hingga apa yang dirasakan oleh si kera saat tertiup angin sepoi-sepoi.
7. Amanat
  • Jangan pernah meremehkan hal-hal kecil atau pendekatan yang lembut, karena kelembutan seringkali memiliki kekuatan yang tidak dimiliki oleh kekerasan.
  • Kita harus tetap waspada dan memiliki kontrol diri (self-control) bahkan saat berada di zona nyaman atau saat mendapatkan kesenangan.
  • Kesenangan dan kemudahan seringkali menjadi ujian yang lebih berat daripada penderitaan, karena di saat senang kita cenderung kehilangan kewaspadaan.
Anda telah menyelesaikan 8 dari 45 Dongeng Fabel Pilihan
16%

Baca Fabel lainnya ?

0 Komentar

Aturan Berkomentar:

  • Gunakan bahasa yang sopan dan santun ya.
  • Tanya atau komentar yang nyambung dengan materi.
  • Jangan titip link iklan atau jualan.
  • Hargai teman dan jangan saling mengejek.
  • Admin akan cek komentarmu sebelum ditampilkan agar diskusi kita tetap seru!

Post a Comment